Berita Selengkapnya

Dosen HI UNU Kaltim Menjadi Narsum Webinar FISIPOL Thinkers Club – UKI

2 years ago - 208x Dilihat

Samarinda (15/05/2022) – Yusnan Hadi Mochtar, dosen Prodi Hubungan Internasional dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim) diundang oleh FISIPOL Thinkers Club – Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam sebuah program kuliah tamu bertajuk ‘Dinamika Negara Berkembang di Asia - Afrika: Peluang, Potensi dan Tantangan". Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring pada hari Jumat (13/05/2022) lalu, dan Yusnan mengangkat isu demokrasi di kedua kawasan tersebut.

Menurutnya, meskipun Asia dan Afrika telah banyak terlibat dalam forum multilateral seperti Konferensi Asia Afrika dan kerja sama lainnya, pemajuan nilai demokrasi cukup sulit dilakukan dibanding kerja sama ekonomi. Yusnan memberikan contoh mengenai keberadaan kerja sama Selatan-Selatan yang terlalu difokuskan pada hal teknis bantuan luar negeri dibanding isu politik.

Selain itu, Yusnan menilai kedua kawasan tersebut mengalami kemunduran demokrasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada konteks Afrika, beberapa faktor seperti kudeta militer, menguatnya otoritarianisme, lemahnya check and balances, dan ekstremisme agama berkontribusi besar terhadap menurunnya kualitas demokrasi di sana. Tidak hanya itu, ada pengaruh kekuatan luar baik dari sekutu maupun Tiongkok yang juga perlu diperhatikan.

 Sementara itu, pada konteks Asia, meskipun kawasan ini cenderung lebih stabil dibanding Afrika, Yusnan melihat pola yang mirip. Menguatnya otoritarianisme seperti yang terjadi di Myanmar merupakan contoh relevan. Meningkatnya populisme sayap kanan di India yang cenderung mempromosikan nilai anti-pluralisme juga merupakan ancaman bagi demokrasi. Sebagai tambahan, kelompok ekstremis seperti Taliban tidak luput dari perhatian.

Terlepas dari perspektif kritis mengenai rendahnya kualitas demokrasi di Asia dan Afrika, Yusnan menganggap bahwa harapan untuk bangkit masih terbuka lebar. Dalam hal ini, dukungan masyarakat internasional diperlukan serta mempertimbangkan ulang prinsip non-intervensi, dengan harapan dapat mendorong pemajuan demokrasi.

Selain isu di atas, ada hal lain yang juga menjadi pembahasan menarik selama diskusi berlangsung. Wiliam Sulistyo, mahasiswa UKI, mengangkat topik mengenai kerja sama ekonomi. Pada sisi lain, Farhan Julianto, peneliti dari Indonesian Institute of Advanced International Studies (INADIS) mempresentasikan mengenai keamanan kawasan.

Address

Find Us

Gedung I, Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur